Selasa, 17 Mei 2016

ARTIKEL JURNAL

MEME DAN RAGE COMIC SEBAGAI SALAH SATU GAYA MAJAS SINDIRAN DI INTERNET
Nurjandi Abdillah
Kampus UIN Sunan Gunung Djati
Abstract
The main issue of this study is the phenomenom of meme comic that affect the social condition at Indonesia. The purpose of the Study to know how the style of insinuation of meme comic and how that affect the society and cyber world. The methods are observe the, sampling and divide the sample into a few group and calculate the percent of insinuation, and the result is the high percentage of insinuation and that can affect the society
Key words : Meme Comic, Society, Insinuation


A.   PENDAHULUAN

          Pada kemarin ini kita sempat dihebohkan oleh adanya berita tentang “Cirebon Kota Tilang” yang dimana menurut para pengendara yang melewati kota Cirebon ditilang karena alasan yang tidak masuk akal. Namun sesaat kasus inipun cepat ditindaki dan terdengar lagi setelah ramainya Meme dan Rage Comic yang memberikan sindiran dan lelucon terhadap hal tersebut. Adapun tentang beberapa acara televisi yang dinilai tidak mendidik akhirnya dihentikan dan diberi peringatan berkat kontribusi para Netizen Khususnya para kreator Meme dan Rage Comic. Meme/Mimema adalah neogolisme yang dikenal sebagai karakter dari budaya, yang termasuk di dalamnya gagasan, perasaan, ataupun perilaku(sumber wikipedia). Maksudnya ialah sesuatu atau seseorang yang digambarkan sebagai karakter tertentu, misalnya A yang terkenal cerdas digambarkan sebagai seekor kancil, biasanya meme juga ditambah quote atau kata kata di gambarnya. Sementara Rage Comic adalah komik pendek yang menggunakan kartun, wajah sederhana, atau wajah seseorang yang dikartunkan. Biasanya digunakan untuk menggambarkan ekspresi seseorang(sumber wikipedia). Banyak yang salah penyebutan bahwa Rage Comic dan Meme adalah hal yang sama bahkan sering disebut Meme Comic, padahal itu adalah dua hal yang berbeda. Namun penggunaanya sama yaitu untuk parody, kata kata mutiara atau untuk menyampaikan sindiran pada kehidupan sehari hari. Subjek yang biasa digunakan untuk lelucon di Rage Comic atau Meme  ialah mulai dari kondisi sosial, trend terkini, individu tertentu, olahraga, bahkan hingga politik.
            Namun penelitian ini hanya terbatas untuk mempelajari gaya bahasa khusunya majas sindiran yang terdapat pada Rage Comic dan Meme dan sebagai penggunaannya dalam menggunakan Teknologi Informasi. karena gaya pembahasaannya dan humor yang disajikan pun bermacam macam mulai dari humor yang cerdas sampai humor yang keras atau slapstick, tergantung dari Individu yang membuat Meme dan Rage Comic tersebut. Dan juga pengaruh gaya bahasa sindiran pada Meme dan Rage Comic terhadap keadaan sosial baik di lingkungan sosial dunia nyata maupun dunia maya.
            Ada berbagai macam majas dalam sindiran. Diantaranya ironi, yaitu sindiran dengan menyembunyikan makna dari sindiran tersebut, selanjutnya majas sarkasme, yaitu sindiran secara langsung dan kasar, sinisme yaitu ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia, satire atau ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parody untuk mengecam atau mentertawakan gagasan, kebiasaan dsb, dan innuendo yaitu sindiran yang mengecilkan fakta yang sesungguhnya.
            Bukan hanya majas, namun juga humor banyak memiliki macamnya seperti slapstick atau humor keras, smart comedy dsb.
            Berdasar pada psikologis, Manusia memiliki naluri untuk melindungi diri dan merubah sifat bila sifat tersebut membuatnya terancam. Maka dari itu Manusia berusaha untuk menutup nutupi aib dirinya dan berusaha menuntaskan serta menghapus masalah yang berhubungan dengan aib orang tersebut, sampai kecaman dari masyarakat menghilang dan orang – orang melupakan masalah tersebut. Itulah yang terjadi pada dunia Rage Comic dan Meme, Suatu penyimpangan baik yang disengaja ataupun tidak akan disindir habis habisan dan terus menerus seperti sebuah blackmail. Inilah yang bisa disebut dampak negatif dari penggunaan Meme dan Rage Comic karena itu adalah salah satu dari cyber bullying atau penyalahgunaan dari Teknologi Informasi. Alasan lain juga karena struktur bahasa pada Rage Comic atau Meme tersebut. Meskipun Meme dan Rage Comic adalah parodi namun tetaplah menjadi tidak lucu bila kita yang menjadi sasaran sindiran tersebut, bahkan kita bisa dibuat marah dan tertekan sehingga membuat pembelaan diri. Pada intinya sindiran sindiran dan harga diri pada manusia yang mengakibatkan perubahan pada suatu kondisi dan seseorang
            Penelitian ini juga mengobservasi tentang rata rata majas yang digunakan pada Meme dan Rage Comic lokal dan asing, dengan teori psikologi yang tadi, dan untuk melihat pengaruh dari gaya bahasa humor tersebut serta kaitannya dengan kehidupan sosial maupun kehidupan dunia maya






B.   METODE PENELITIAN
            Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method yaitu menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yang digunakan ialah mengitung persentasi dari jumlah Meme dan Rage Comic yang diteliti dengan majas yang digunakan kemudian setiap majas dikelompokkan berbeda beda. Namun dua kelompok majas yang diteliti ialah majas ironi dengan sarkasme, satire dengan tidak bermajas atau tidak berparodi, karena beberapa Meme terkadang tidak memiliki unsur humor atau parodi dan majas ironi dan sarkasme biasanya masuk ke majas satire. Sementara untuk penelitian kualitatif, penulis meneliti langsung Meme dan Rage Comic yang terdapat pada Internet. Subjek penelitian ini adalah tiga puluh buah Meme dan Rage Comic pada satu situs mancanegara dan tiga puluh buah pada satu situs lokal.








C.    HASIL DAN PEMBAHASAN

1.      Hasil Penelitian
Dari hasil 30 Meme dan Rage Comic yang terdapat pada situs Meme dan Rage Comic mancanegara datanya ialah sebagai berikut:
Tabel 1


Kelompok 1
Kelompok 2

Majas Ironi
Majas Sarkasme
Majas Satire
Bukan sindiran
Bukan parodi

9
3
12
8
10
Persentasi(%)
30
10
40
26,67
33,33







Sedangkan dari situs Meme lokal  didapat data
Tabel 2

Kelompok 1
Kelompok 2

Majas Ironi
Majas Sarkasme
Majas Satire
Bukan sindiran
Bukan parodi

10
5
15
10
5
Persentasi(%)
33,33
16,67
50
33,33
16.67

2.      Pembahasan Data
Bisa dilihat dari kedua tabel bahwa persentasi terbesar terdapat pada majas satire dengan persentasi empat puluh persen pada tabel pertama dan lima puluh persen pada tabel kedua. Dengan persentasi majas ironi tiga puluh persen dan majas sarkasme 10 persen pada tabel pertama. Dan persentasi majas ironi tiga puluh tiga koma tiga puluh tiga pada persen dan majas sarkasme enam belas koma enam puluh tujuh persen pada tabel kedua. Sementara yang bukan sindiran dan parodi pada tabel pertama ialah dua puluh enam koma enam puluh tujuh persen dan tiga puluh tiga koma tiga puluh tiga persen, dan pada tabel kedua yang bukan sindiran dan bukan parodi ialah tiga puluh tiga koma tiga puluh tiga persen dan enam belas koma enam puluh tujuh persen. Bisa terlihat perbedaan yang jelas antara Rage Comic dan Meme lokal dengan Rage Comic dan Meme mancanegara. Bahwa Meme dan Rage Comic lokal lebih banyak berisi sindiran dibanding Meme dan Rage Comic mancanegara dan majas ironi yang lebih banyak digunakan
Kita dapat menyimpulkan bahwa majas yang digunakan pada Meme dan Rage Comic yang paling banyak digunakan adalah majas satire dan ironi. Kita akhirnya tahu bahwa sebagian besar humor yang terdapat pada Meme dan Rage Comic mengandung sindiran baik secara ironi maupun sarkatik sehingga bahasan di Meme dan Rage Comic cenderung lucu namun tidak menjadi lucu terhadap subjek yang menjadi bahan sindiran, malah akan menimbukan rasa jengkel dan tertekan. Oleh karena itu bisa dipastikan sebagian besar orang akan merubah sifat dan keadaanya bisa disindir dengan Meme dan Rage Comic dengan kata lain juga dapat merubah keadaan sosial seperti yang disebutkan pada pendahuluan tadi. Meskipun kemungkinannya hanya lima puluh persen sesuai dengan data tadi.



D.   KESIMPULAN



Bahwa Meme dan Rage Comic dalam gaya bahasanya dan humornya kebanyakan mengandung majas sindiran, yaitu majas satire, sarkastik dan ironi. Dan dapat memberikan pengaruh pada keadaan sosial baik di masyarakat maupun di dunia maya dan juga sebagai sarana sosial yang memanfaatkan teknologi informasi.


 
                                              REFRENSI


Wikipedia (2016) “Satire”. https://id.wikipedia.org/wiki/Satire (diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:46 WIB)
Wikipedia (2016) “Majas”.  https://id.wikipedia.org/wiki/Majas (diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:47 WIB)
Wikipedia (2016) “Mimema Internet”. https://id.wikipedia.org/wiki/Mimema_Internet (diakses pada hari kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:49 WIB)
Wikipedia (2016) “Mimema”. https://id.wikipedia.org/wiki/Mimema (diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:50 WIB)
Wikipedia (2016) “Rage Comic” https://en.wikipedia.org/wiki/Rage_comic (diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:55 WIB)