MEME DAN RAGE COMIC SEBAGAI SALAH SATU GAYA MAJAS SINDIRAN DI INTERNET
Nurjandi Abdillah
Kampus UIN Sunan Gunung Djati
Email: jandiabdillah@yahoo.co.id
Abstract
The main issue of this study is the phenomenom of meme comic that affect
the social condition at Indonesia. The purpose of the Study to know how the
style of insinuation of meme comic and how that affect the society and cyber
world. The methods are observe the, sampling and divide the sample into a few
group and calculate the percent of insinuation, and the result is the high
percentage of insinuation and that can affect the society
Key words : Meme Comic, Society, Insinuation
A.
PENDAHULUAN
Pada kemarin ini kita sempat
dihebohkan oleh adanya berita tentang “Cirebon Kota Tilang” yang dimana menurut
para pengendara yang melewati kota Cirebon ditilang karena alasan yang tidak
masuk akal. Namun sesaat kasus inipun cepat ditindaki dan terdengar lagi
setelah ramainya Meme dan Rage Comic yang
memberikan sindiran dan lelucon terhadap hal tersebut. Adapun tentang beberapa
acara televisi yang dinilai tidak mendidik akhirnya dihentikan dan diberi peringatan
berkat kontribusi para Netizen Khususnya para kreator Meme dan Rage Comic. Meme/Mimema adalah neogolisme yang dikenal sebagai
karakter dari budaya, yang termasuk di dalamnya gagasan, perasaan, ataupun
perilaku(sumber wikipedia). Maksudnya ialah sesuatu atau seseorang yang
digambarkan sebagai karakter tertentu, misalnya A yang terkenal cerdas digambarkan
sebagai seekor kancil, biasanya meme juga ditambah quote atau kata kata di gambarnya. Sementara Rage Comic adalah komik pendek yang menggunakan kartun, wajah
sederhana, atau wajah seseorang yang dikartunkan. Biasanya digunakan untuk
menggambarkan ekspresi seseorang(sumber wikipedia). Banyak yang salah penyebutan
bahwa Rage Comic dan Meme adalah hal yang sama bahkan sering
disebut Meme Comic, padahal itu
adalah dua hal yang berbeda. Namun penggunaanya sama yaitu untuk parody, kata
kata mutiara atau untuk menyampaikan sindiran pada kehidupan sehari hari.
Subjek yang biasa digunakan untuk lelucon di Rage Comic atau Meme ialah
mulai dari kondisi sosial, trend terkini, individu tertentu, olahraga, bahkan
hingga politik.
Namun
penelitian ini hanya terbatas untuk mempelajari gaya bahasa khusunya majas
sindiran yang terdapat pada Rage Comic
dan Meme dan sebagai penggunaannya
dalam menggunakan Teknologi Informasi. karena gaya pembahasaannya dan humor
yang disajikan pun bermacam macam mulai dari humor yang cerdas sampai humor
yang keras atau slapstick, tergantung
dari Individu yang membuat Meme dan Rage Comic
tersebut. Dan juga pengaruh gaya bahasa sindiran pada Meme dan Rage Comic
terhadap keadaan sosial baik di lingkungan sosial dunia nyata maupun dunia maya.
Ada
berbagai macam majas dalam sindiran. Diantaranya ironi, yaitu sindiran dengan
menyembunyikan makna dari sindiran tersebut, selanjutnya majas sarkasme, yaitu
sindiran secara langsung dan kasar, sinisme yaitu ungkapan yang bersifat
mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia, satire atau
ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parody untuk mengecam atau
mentertawakan gagasan, kebiasaan dsb, dan innuendo yaitu sindiran yang
mengecilkan fakta yang sesungguhnya.
Bukan
hanya majas, namun juga humor banyak memiliki macamnya seperti slapstick atau humor keras, smart comedy dsb.
Berdasar
pada psikologis, Manusia memiliki naluri untuk melindungi diri dan merubah
sifat bila sifat tersebut membuatnya terancam. Maka dari itu Manusia berusaha
untuk menutup nutupi aib dirinya dan berusaha menuntaskan serta menghapus
masalah yang berhubungan dengan aib orang tersebut, sampai kecaman dari
masyarakat menghilang dan orang – orang melupakan masalah tersebut. Itulah yang
terjadi pada dunia Rage Comic dan Meme, Suatu penyimpangan baik yang
disengaja ataupun tidak akan disindir habis habisan dan terus menerus seperti
sebuah blackmail. Inilah yang bisa
disebut dampak negatif dari penggunaan Meme
dan Rage Comic karena itu adalah
salah satu dari cyber bullying atau
penyalahgunaan dari Teknologi Informasi. Alasan lain juga karena struktur
bahasa pada Rage Comic atau Meme tersebut. Meskipun Meme dan Rage
Comic adalah parodi namun tetaplah menjadi tidak lucu bila kita yang menjadi
sasaran sindiran tersebut, bahkan kita bisa dibuat marah dan tertekan sehingga
membuat pembelaan diri. Pada intinya sindiran sindiran dan harga diri pada
manusia yang mengakibatkan perubahan pada suatu kondisi dan seseorang
Penelitian
ini juga mengobservasi tentang rata rata majas yang digunakan pada Meme dan
Rage Comic lokal dan asing, dengan teori psikologi yang tadi, dan untuk melihat
pengaruh dari gaya bahasa humor tersebut serta kaitannya dengan kehidupan
sosial maupun kehidupan dunia maya
B.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan
adalah mixed method yaitu
menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yang
digunakan ialah mengitung persentasi dari jumlah Meme dan Rage Comic yang diteliti dengan majas yang digunakan kemudian setiap majas dikelompokkan
berbeda beda. Namun dua kelompok majas yang diteliti ialah majas ironi dengan sarkasme,
satire dengan tidak bermajas atau tidak berparodi, karena beberapa Meme terkadang tidak memiliki unsur humor
atau parodi dan majas ironi dan sarkasme biasanya masuk ke majas satire.
Sementara untuk penelitian kualitatif, penulis meneliti langsung Meme dan Rage Comic yang terdapat pada Internet. Subjek penelitian ini
adalah tiga puluh buah Meme dan Rage Comic pada satu situs mancanegara
dan tiga puluh buah pada satu situs lokal.
C.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Hasil Penelitian
Dari hasil 30 Meme dan
Rage Comic yang terdapat pada situs Meme dan Rage Comic mancanegara datanya
ialah sebagai berikut:
Tabel 1
Kelompok 1
|
Kelompok 2
|
||||
Majas Ironi
|
Majas Sarkasme
|
Majas Satire
|
Bukan sindiran
|
Bukan parodi
|
|
9
|
3
|
12
|
8
|
10
|
|
Persentasi(%)
|
30
|
10
|
40
|
26,67
|
33,33
|
Sedangkan dari situs Meme lokal didapat data
Tabel 2
Kelompok 1
|
Kelompok 2
|
||||
Majas Ironi
|
Majas Sarkasme
|
Majas Satire
|
Bukan sindiran
|
Bukan parodi
|
|
10
|
5
|
15
|
10
|
5
|
|
Persentasi(%)
|
33,33
|
16,67
|
50
|
33,33
|
16.67
|
Bisa dilihat dari kedua tabel bahwa
persentasi terbesar terdapat pada majas satire dengan persentasi empat puluh
persen pada tabel pertama dan lima puluh persen pada tabel kedua. Dengan
persentasi majas ironi tiga puluh persen dan majas sarkasme 10 persen pada
tabel pertama. Dan persentasi majas ironi tiga puluh tiga koma tiga puluh tiga
pada persen dan majas sarkasme enam belas koma enam puluh tujuh persen pada
tabel kedua. Sementara yang bukan sindiran dan parodi pada tabel pertama ialah
dua puluh enam koma enam puluh tujuh persen dan tiga puluh tiga koma tiga puluh
tiga persen, dan pada tabel kedua yang bukan sindiran dan bukan parodi ialah
tiga puluh tiga koma tiga puluh tiga persen dan enam belas koma enam puluh
tujuh persen. Bisa terlihat perbedaan yang jelas antara Rage Comic dan Meme lokal
dengan Rage Comic dan Meme mancanegara. Bahwa Meme dan Rage Comic lokal lebih banyak berisi sindiran dibanding Meme dan Rage Comic mancanegara dan majas ironi yang lebih banyak digunakan
Kita dapat menyimpulkan bahwa majas
yang digunakan pada Meme dan Rage Comic yang paling banyak digunakan
adalah majas satire dan ironi. Kita akhirnya tahu bahwa sebagian besar humor yang
terdapat pada Meme dan Rage Comic mengandung sindiran baik
secara ironi maupun sarkatik sehingga bahasan di Meme dan Rage Comic
cenderung lucu namun tidak menjadi lucu terhadap subjek yang menjadi bahan
sindiran, malah akan menimbukan rasa jengkel dan tertekan. Oleh karena itu bisa
dipastikan sebagian besar orang akan merubah sifat dan keadaanya bisa disindir
dengan Meme dan Rage Comic dengan kata lain juga dapat merubah keadaan sosial
seperti yang disebutkan pada pendahuluan tadi. Meskipun kemungkinannya hanya
lima puluh persen sesuai dengan data tadi.
D.
KESIMPULAN
Bahwa Meme dan Rage Comic dalam gaya bahasanya dan humornya kebanyakan
mengandung majas sindiran, yaitu majas satire, sarkastik dan ironi. Dan dapat
memberikan pengaruh pada keadaan sosial baik di masyarakat maupun di dunia maya
dan juga sebagai sarana sosial yang memanfaatkan teknologi informasi.
REFRENSI
Wikipedia (2016) “Satire”. https://id.wikipedia.org/wiki/Satire (diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:46 WIB)
Wikipedia (2016) “Majas”. https://id.wikipedia.org/wiki/Majas (diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:47 WIB)
Wikipedia (2016) “Mimema Internet”. https://id.wikipedia.org/wiki/Mimema_Internet (diakses pada hari kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:49 WIB)
Wikipedia (2016) “Mimema”. https://id.wikipedia.org/wiki/Mimema (diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:50 WIB)
Wikipedia (2016) “Rage Comic” https://en.wikipedia.org/wiki/Rage_comic
(diakses pada hari Kamis 12 Mei 2016 pada pukul 19:55 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar